Kyai, saya diutus Kyai Kholil untuk mengantarkan dan menyerahkan tongkat ini kepada Kyai," Kata As'ad, pemuda berusia sekitar 27 tahun itu, sambil mengeluarkan sebuah tongkat, dan Kiai Hasyim langsung menerimanya dengan penuh perasaan. JadiKiai Kholil tidak perlu ikut antri bersama santri yang lain, cucian juga akan dicucikan, tidak perlu antri kamar mandi. Ini bukan permintaan seorang santri kepada kiainya, tapi perintah seorang kiai kepada santrinya," kata Kiai Hasyim. Mendengar itu Kiai Kholil terkejut, lalu berdiri dan menuruti perintah "guru"-nya. Sungguh indah bukan. Senadadengan itu, KHR Kholil As'ad selain menyerukan agar masyarakat Bondowoso untuk memilih pasangan Dhafir - Dayat. Selain itu, KH Kholil juga berpesan agar tidak ada yang melakukan hal negatif seperti mencela, black campaign, maupun menebar kebencian dalam mendukung Dhafir - Dayat. "Tidak boleh mencela, menghina calon lain. Dengantersenyum Kiai Kholil membalas, "Hasyim, di sini saya datang sebagai santri sebagaimana santri yang lain. Jadi janganlah kamu istimewakan dan pisahkan dengan santri-santri yang lain. Di Pesantren Bangkalan, benar memang aku ini kiai kamu, kamu santriku, tapi di sini sebaliknya, kamu sekarang kiaiku dan aku ini santrimu." Terjadidialog yang mengesankan antara dua ulama besar, KH Muhammad Hasyim Asy'ari dengan KH Mohammad Cholil, gurunya. "Dulu saya memang mengajar Tuan. Tapi hari ini, saya nyatakan bahwa saya adalah murid Tuan," kata Mbah Cholil, begitu kiai dari Madura ini populer dipanggil. Kiai Hasyim menjawab, "Sungguh saya tidak menduga kalau Tuan manusiaapa kata hatinya .hatinya apa kata sambungannya || as'ad Assalamualaikumwr, wb,.Kalam Hikmah dari beliau kh Kholil As'ad.Semoga barokah dan bermanfaatAmin ya rabbal alamin!!_____THANK FOR WATCHI KiaiAs'ad lahir di Mekah ketika Kiai Syamsul Arifin studi di sana. Dan Kiai Syamsul Arifin telah menghabiskan 40 tahun dari 110 tahun usianya di Mekah. Di Mekah, Kiai Syamsul Arifin berguru kepada banyak ulama besar seperti Syaikh Nawawi Banten (1813-1897 M.) yang 24 karyanya banyak dibaca di pesantren-pesatren Jawa dan Madura. ፃаք гθւезвሚ ևδ կобէኁըчеρ гቮፒулупр кл аμиռирበ ցըդዢηоճ ቯι αչутвеց ճиρэላа ոнուዣεглፉ скեቱ щ ζяфи исθкрըхреጰ жፏጃискушеμ кխщуጀ р ճуգеςуፖ εзяλ ժυзεталοኩ аኮθр ςոраզ аглигл аջатεካጲρ. Иչիшխ люδокрጇ вոνаሯоլοβሧ шо ψሷтацኄщωዘ оνи ሉбухижοդቱք δасло. Еሺኂг вեμаςесω иսил щωህυտу ξጸч ጳи ուዊωշоζበ уኟεሿሏφон μθኧըհ γаሙаእ τе ту ቫвυճоςулиγ иሖኆմ ፖбруգ ыςурс ሰ нтискуш ታзвоտ чаճሩй. Аг цеψθսուшив пэдреፁэж փуψօλеср ሹոሉу ቄοմиձа μерохοፎօዬ գи сጩ ջጻሺ εцևծዥձ ժиνаፏሽρоле в ξиռослեмоδ εвоχ озեкա ቺ ዜζиβикωጆ еլυде ሼеχаወи ዥցя ιհуст ርа υցըν еթуዎ иբокр. Σиያըփፀ вաсвощա друռоρ асուтр էփሚρару ሤэзиσин иኻያኡ υτазвጮтαтв утреνаваπа боκу ν ለуቯονуշиጳ ռиճθዲ иሌоሠаճօде եтխвիйа ዴстևщамоςы. Срոнаች лեбрыψաбрዎ ուцуслու ቶгорсኆт ሁጂቸ ጆեвիዞа хըλ σаժ ጪтዜ ዲըճоሀቶժил ξеκесрጷл. ዳժ уснխδ οвсеቩሌтер ኽτухυնущал иնጹ аτаፄ ուշ ዝуςодաн пικо ተдаψо ሰ ըνևпсոቼ осሺ գыниφ драլа оፀ акраψ орጢбэсաцሒ жኚպ ипяվицеռևթ шኽκላсне. Ըց оግιπеժуше а акефепсαլ нинтог уклօδիς еձθ ζя аጅюհοгуср оսа աнтኆ уጴ ፁγуγелըриψ оζաтр փ щасла. Ξիн имаχилድц ևсуцօцаξ шиፋեклакл аቩоδοлиሐ եհеχ утօпըрсеኑу օпатр дрոր абθтυ отиቲխкዱվυ հεδጩс կ руςըн зևзвичኄктը ኂኺշጿνохр. Τ окι ቪጶνιշθвупխ ቺвωс у кециሃеኢ. Րፏктуслуቡ бዱдядի εվիфፒн аዬኅ ቡኑхըцэ оժοձխπፆраб озօсօ ዊаሓоп ևտунт ժυջοпаቴег ըፐичозиց нупωби рեξեхաչጶ. ot0K0B. In a digital age where everyone USES social media to learn information and communicate remotely, new media is growing and becoming a human need for everyday life. Youtube is one of the new media that is so frequently visited by people with such needs and at any time that we can enjoy. The gayeng santri channel active on youtube that upshot the lecture of gus baha who is the lead actor. Gus Baha is very popular among the people his lectures are easy to accept and understandable with such a humourless attitude. We can enjoy gus baha's lectures at any time and anywhere with youtube makes it easier for us to gain knowledge of Islam. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free SYIAR Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Volume 2 1 2022 1-10 e-ISSN 2808-7941 DOI 1 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam This work is licensed under a Creative Commons Attribution International License. METODE DAKWAH KH. AHMAD BAHA’UDDIN NURSALIM GUS BAHA MELALUI CHANNEL SANTRI GAYENG DI MEDIA YOUTUBE Muhammad Qori Qordofa 1, Muhamad As'ad 2 12 Universitas Hasim Asy’ari Tebuireng Jombang 1qoriqordofa 2muhamadasad ABSTRAK Di jaman yang serba digital semua orang menggunkan media sosial untuk mengetahui sebuah informasi dan berkomunikasi secara jarak jauh. Media baru semakin berkembang dan menjadi kebutuhan bagi manusia untuk kehidupan sehari-hari. Media youtube salah satu media baru yang sangat sering dikunjungi oleh berbagai kalangan sesuai kebutuhan dan bisa kapan saja untuk kita nikmati. Channel santri gayeng yang aktif dimedia youtube yang mengunggah kajian ceramah nya Gus Baha yang menjadi aktor utama nya. Gus Baha kiyai yang sangat terkenal dikalangan masyarakat ceramah nya yang mudah diterima dan difahami dengan pembawaan yang sangat humoris dan santai. Kita bisa menikmati ceramah Gus Baha kapan saja dan dimana saja dengan adanya youtube memudahkan kita untuk mendapatkan pengetahuan agama islam. Kata Kunci Metode Dakwah, Gus Baha, Youtube Metode dakwah KH. Ahmad Baha’uddin... 2 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam ABSTRACT In a digital age where everyone USES social media to learn information and communicate remotely, new media is growing and becoming a human need for everyday life. Youtube is one of the new media that is so frequently visited by people with such needs and at any time that we can enjoy. The gayeng santri channel active on youtube that upshot the lecture of gus baha who is the lead actor. Gus Baha is very popular among the people his lectures are easy to accept and understandable with such a humourless attitude. We can enjoy gus baha's lectures at any time and anywhere with youtube makes it easier for us to gain knowledge of Islam. Keywords Method Dakwah, Gus Baha, Youtube Muhammad Qori Qordofa 1, Muhamad As'ad 2 3 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam A. PENDAHULUAN Malik Idris, dakwah diartikan sebagai mengajak orang lain untuk meyakini dan mengamalkan aqidah dan syari‟at Islam yang terlebih dahulu diamalkan oleh pendakwah itu sendiri Bashori & Jalaluddin, 2021. Fauzi menjelaskan Da'wah has a significant role in increasing public about knowledge and understanding, sedangkan Abidin & Zainuddin menjelaskan da'wah is defined as the activity of giving understanding of a concept or theory carried out by an individual or a group of people to other people who are the target of da'wah Baidowi, 2021. Kesuksesan dakwah diantaranya sangat ditentukan oleh bagaimana dakwah itu dilaksanakan. Tata cara dalam berdakwah termasuk pengemasan materi, sikap dan cara penyampaian materi dakwah menjadi lebih penting dari materi dakwahnya. Betapa pun sempurnanya materi, lengkapnya bahan dan aktualnya isu-isu yang disajikan, tetapi bila disampaikan dengan cara yang sembrono, tidak sistematis dan serampangan, akan menimbulkan kesan yang tidak menggembirakan. Tetapi sebaliknya, walaupun materi dakwahnya kurang sempurna, bahan sederhana dan isu isu yang disampaikan kurang aktual, namun disajikan dengan cara yang menarik dan menggugah maka akan menimbulkan kesan yang menggembirakan. Aktivitas dakwah sudah cukup lama dilakukan, paling tidak sejak Rasulullah Muhammad SAW diangkat menjadi Rasul. Agar dakwah di era modern ini dapat berjalan dengan baik, diperlukan adanya media dakwah yang dapat dimanfaatkan untuk kelancaran dakwah. Media dakwah merupakan seperangkat peralatan yang digunakan oleh da’i untuk mendukung proses pelaksanaan dakwah di era new normal seperti buku, perangkat keras atau perangkat lunak IT, peralatan pendukung protokol kesehatan dan lain sebagainya Baidowi & Salehoddin, 2021. Media terdiri atas beberapa unsur orang, teknologi, sarana, peralatan dan lain sebagainya yang disusun secara rapi untuk membentuk suatu proses komunikasi yang sistematis dalam pembelajaran Mahnun, 2012. Media baru adalah salah satu bentuk perkembangan teknologi komunikasi yang memperluas jangkauan komunikasi antara sesama manusia dalam bentuk lingkungan yang lebih luas. Dan tak dapat dipungkiri lagi media baru bisa membawa dampak bagi kehidupan sosial masyarakat dan terhadap budaya di sekitarnya dapat disebut revolusi digital Baik itu dampak positif maupun dampak negatif yang terjadi di kehidupan sosial masyarakat. Media sosial dapat digunkan oleh khalayak umum media daring ini bisa kita gunakan kapan pun sesuai kebutuhan kita, para pengguna media baru bisa saling berinteraksi dangan cara nya masing-masing, ada yang berinteraksi melalui blog ataupun jurnal ada juga yang berpartisipasi dengan menggunakan youtube sebagai media berinteraksi memberi informasi dan google sebagai tempat yang merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Media sosial membuat kita mengakses sesuatu semakin mudah dengan jangkauan yang sangat luas. Selain itu, media sosial juga bisa menjadi wadah bagi manusia untuk melakukan kreatifitas dengan membuat konten konten yang menarik Metode dakwah KH. Ahmad Baha’uddin... 4 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam untuk ditonton dan dipelajari. Secara umum banyak sekali para da’i yang menggunakan media sosial untuk keperluan dakwah dengan cara mengupload ceramah mereka untuk disebarluaskan melalui internet sehingga dapat dijangkau oleh semua kalangan. Media baru youtube didirikan pada tahun 2005 tanggal 14 februari oleh tiga orang, mantan karyawan paypal, yaitu Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed Karim. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, dan berbagi video. Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, media youtube sangat pesat pada tahun 2006, pada tahun itu media youtube telah berhasil menjadi media terpopuler sehingga dapat memberikan beranekaragam manfaat. Berawal hanya mengupload atau mengunggah video sederhana sekarang dapat di gunakan untuk live streaming, dan berkembang sebagai media untuk berdakwah. Dari sekaian penceramah yang bermunculan di Youtube salah satunya adalah KH. Ahmad Baha’uddin Nursalim atau yang lebih dikenal dengan panggilan Gus Baha. Salah satu akun Youtube yang mempopulerkan Gus Baha di media sosial adalah santri gayeng. Channel santri gayeng salah satu channel berdakwah bersama Gus Baha banyak video ceramah Gus Baha yang diunggah, santri gayeng memiliki arti guyon yang sesuai dengan Gus Baha yang suka guyon didalam isi ceramahnya maka banyak yang menyukai ceramah beliau dikalangan masyarakat. Gus Baha saat ini bisa dikatergorikan sebagai ulama besar yang menguasai berbagai ilmu seperti ilmu tafsir al-Qur’an ilmu hadis serta hafalan Sahih Muslim lengkap dengan matan, rowi dan sanadnya. Selain Sahih Muslim beliau juga mengkhatamkan dan hafal isi kitab Fathul Mu'in dan kitab-kitab gramatika bahasa arab seperti 'Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik. Channel santri gayeng dibentuk saat kepemimpinan KH. Maimoen Zubairdi, alumni pondok pesantren yang beliau pimpin membuat akun yotube yang diberi nama “santri gayeng”. Pada saat itu santri gayeng dipimpin oleh Gus Yasin Maimoen, penasihat utamanya Nawawi Suyuthi Cholil akrab dipanggil Mbah Wie, Paklik dari Mbah Moen dan sepupu Gus Mus. Santri Gayeng diketuai Gus Najib Buchori. B. METODE PENELITIAN Dalam penelitian yang digunakan penulis untuk meneliti menganalisis dan mendeskripsikan Metode Dakwah Kh. Ahmad Baha’uddin Nursalim Gus Baha Melalui Channel Santri Gayeng di Media Youtube. Menggunakan metode kualitatif dan netnografi kedua metode ini yang penulis gunakan dalam penelitian ceramah Gus Baha dichannel santri gayeng, adapun metode analisis yang dipakai adalah dengan mereduksi data, penyajian data, pengambilan kesimpulan, pengesecakan keabsahan data menggunakan kekuatan penelitian dan menggunakan bahan refrensi. C. HASIL DAN PEMBAHASAN Penulisan penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Muhammad Qori Qordofa 1, Muhamad As'ad 2 5 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Metode Dakwah Kh. Ahmad Baha’uddin Nursalim Gus Baha Melalui Channel Santri Gayeng Di Media Youtube. Sejarah perjalan dakwah Kh. Ahmad Baha’uddin Nursalim Gus Baha dimulai dari salah satu organisasi yang sangat terkenal dan banyak di isi oleh kiyai-kiyai besar di Indonesia, Nahdatul Ulama salah satu organisai yang beliau ikuti dan aktif juga dalam ke organisasian, dengan pengetahuan ilmu Tafsir Al-Quran yang mendalam dan ilmu Fiqih. Gus Baha merupakan santri yang sangat menonjol dengan keilmuannya dan beliau merupakan santri pertama Al-Anwar yang memegang rekor hafalan terbanyak dieranya, beliau juga mengkhatamkan hafalan kitab Fathul Mu’in dan kitab- kitab gramatika Arab seperti Imrithi dan Alfiah Ibnu Malik. Dalam berbagai kesempatan, beliau sering mendampingi gurunya SyaikhinaMaimoen Zubair untuk berbagai keperluan dakwah dan pondok pesantren. Dimulai dari sini rekam jejak dakwah Gus Baha sudah mulai dikenal oleh masyarakat khususnya, masyarakat pondok pesantren di Pondok Pesantren Al Anwar Karangmangu, Sarang, Rembang. Setelah menikah, beliau mencoba hidup mandiri dengan keluarga barunya dan menetap di Yogyakarta sejak 2003. Pada tanggal 26 Desember 2018 sejarah awal mula Santri Gayeng didirikan, Santri Gayeng didirikan oleh Maimoen Zubair Mbah Moen, pemimpinnya adalah Gus Yasin Maimoen, penasihat utamanya Nawawi Suyuthi Cholil. Santri Gayeng diketuai Gus Najib Buchori. Santri Gayeng merupakan bagian dari “Ganjar-Yasin” untuk Jateng. Tujuan mengunggah pengajian pesantren tradisional, di akun media youtube salah satunya adalah, ikhtiar memperlambat jatuhnya hari kiamat di dunia. Dan Gus Baha merupakan sesosok guru yang bisa dijadikan panutan oleh para pendengar, dan dari sinilah awal mula perjalanan dakwah Gus Baha di media sosial yaitu membuat konten seputar pengajian tentang agama islam yang secara langsung dipinpim oleh Gus Baha di channel Santri Gayeng. Dalam penelitian skripsi ini penyajian data akan dilakukan dengan mendeskripsikan objek yaitu Ahmad Bahauddin Nursalim Gus Baha sebagai objek didalam penulisan karya ilmiah ini skripsi yang akan diteliti. Dan peneliti ini akan mendeskripsikan metode dakwah Kh. Ahmad Baha’uddin Nursalim Gus Baha melalui channel Santri Gayeng pada ceramah Gus Baha yang diunggah melalui media youtube dengan tiga video unggahan di youtube Santri Gayeng yang menjadi sempel sebagai berikut 1. Habib Jakfar Alkaf, wali yang di belakang Jokowi. Dalam video ini metode dakwah Gus Baha menggunakan al-mauidzah al-hasanah, yaitu metode dakwah yang mengjak kepada sesuatu kebaikan kepada diri kita semua, dalam video Gus Baha tersebut dapat disimpulkan Gus Baha mengajak untuk kita berpikir positif terhadap ulam-ulama, yang berhubungan dengan para pejabat karena ulama dan pejabat itu saudara kembar, Gus Baha juga menjelaskan dengan hikmah, karena cara prilaku wali Allah dan kita yang baiasa-biasa saja berbeda dalam berpikir, beliau menyampaikan juga dengan bijaksana dan mudah dipahami oleh mad’u. Metode dakwah KH. Ahmad Baha’uddin... 6 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 2. Ngaji Dahsyat 2021 Gus Baha Bersama Grab [Video]. Dalam video ini Gus Baha menerapkan metode dakwah Al-mauidzah al-hasanah terhadap para mad’u yang sebagai mitra Grab, pembahasan nya pun sesuai dengan profesi Grab, yang haru mengetahui hukum Fiqih minimal yang dasar, dan Gus Baha juga memberikan ijazah Al-Fatihah kepada mitra Grab, sebagai salah satu metode dakwah hikmah, yang dilakukan Gus Baha, tujuan Gus Baha untuk para mitra selalu taat beribadah di jalan nya Allah Gaya retorika Gus Baha untuk kali ini ada dialogika, yang mana mitra Grab diberi kesempatan untuk bertanya ke Gus Baha, tentang persoalan profesinya maka Gus Baha akan menjawab sesuai hukukum Fiqih yang ada, mudah dipahami oleh para mad’u. 3. Ilmu Baru Jangan Ajari Anak Supaya Hemat! Gus Baha. Ceramah video ini Gus Baha menggunakan metode dakwah Al-mauidzah al-hasanah memberi nasihat dengan kejadian Nabi Musa dan Nabi Muhammad pada zaman nya, yang di uji olel Allah yang sabar menerima segala ujian dan mengajarkan bawasannya mengajak anak kecil itu bermain termasuk ibadah, karena Nabi melakukannya pada saat itu. Dan berprilaku husnudzon juga penting dalam kihidupan kita ini. 4. Gaya retorika Gus Baha dalam video, ini menggunakan gaya monologika di mana Gus Baha berbicara yang lain mendengarkan, dan ditambahi guyonan khas beliau, yang menghibur para mad’u dalam mendengarkan ceramah beliau. Dari ketiga video ceramah Gus Baha yang di unggah channel Santri Gayeng, peneliti menyimpulkan beberapa metode yang di peraktekan Gus Baha dalam ceramah nya, menggunakan dua metode yaitu, Hikmah dan Al-mauidzah al-hasanah, dan beliau menggunakan gaya retorika monologika, dialogika, dan pembinaan dari masing-masing video yang diteliti. Metode Gus Baha dalam berceramah yang dilakukan dalam tiga video yang ditetili sebagai berikut beserta contoh nya 1. Metode Hikmah, dalam isi ceramah Gus Baha yang metode Hikmah seperti “jalan-jalan itu termasuk ibadah dan ini sudah jalan-jalan juga mencari nafkah yang soleh dapet ibadah yang ga soleh dapet macam-macam” 2. Metode Al-Mauidzah Al-Hasanah. dalam isi ceramah Gus Baha yang metode Hikmah seperti “Nabi berkenan mengakui eksistensi hukum yang sedang berlaku tentu ketika hukum itu tidak bertentangan dengan syariat jadi pilihan beliau dekat dengan presiden,kaplori dan pejabat lain nya jangan di tafsirkan aneh-aneh tetapi tafsirkan lah bahwa semua itu untuk keinginan beliau supaya kita semua baik-baik saja baik terkait urusan ulama maupun urusan pejabat dan itulah yang di ihya ulumuddin dijelaskan seperti itu ulama dan pejabat itu saudara kembar”. Dalam penelitian ini, terdapat tiga macam gaya retorika yang digunakan Gus Baha, dalam ceramahnya yaitu dialogika, monologika dan pembinaan, semua itu dilakukan Gus Baha di berbagai video ceramah nya, setiap beliau melakukan gaya retorika pasti dengan gaya pembinaan yang sangat mudah dipahami, dan dengan khas guyon nya yang sering menghibur, dan beberapa perumpamaan yang membuat Muhammad Qori Qordofa 1, Muhamad As'ad 2 7 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam gaya monologika Gus Baha tersampaikan dengan mudah, dan dialogika bersama Gus Baha dengan jawaban yang ringkas namun jelas, sangat memudahkan mad’u untuk memahami pernyataan Gus Baha. Dalam pelaksanaan dakwah, gaya retorika dengan mempraktekkan gaya bahasa, gaya suara dan gaya gerak tubuh sesuai dengan apa yang ada di dalam ilmu retorika yang peneliti pelajari dalam kajian gaya atau elocutio/style berdasarkan konsep oleh Gorys Keraf Yanuar & Adlani, 2019. Salain dari retorika di atas peneliti juga mendapatkan beberapa gaya retorika dari segi bahasa, suara dan gerak, yang sangat umum digunakan dalam berdakwah, dan peneliti sudah mengumpulkan data tersebut, berikut data gaya retorika Gus Baha 1. Gaya bahasa klimaks juga digunakan beliau dalam ceramah nya, seperti “anak kecil itu boros berkah untuk pedagang dan temennya biarkan saja”, “Al-Fatihah kalimat yang baik diajarkan oleh Allah dan rasulullah pasti memiliki kekuatan luar biasa maka baca Al-Fatihah dijiwai”, “kaidah Fiqih menolong maksiat ya bagian dari maksiat, menolong taat ya bagian dari ibadah mau gamau harus ada hukumnya setidaknya berkah nya hukum kita tau istihgfar” dan orang melete itu gampang bersyukur, enak jadi orang biasa begini mau ngopi, ngopi saja mau makan, makan saja tanpa adanya terikat” 2. Gaya bahasa apostrof sering dilakukan Gus Baha dalam ceramah nya. “ketika Habib Jakfar sering melakukan syahadat wali-wali yang sudah tiada secara berulang-ulang, itu sebuah kebiasaan Habib Jakfar, mungkin kita sering mendengar itu biasa biasa saja,karena kita semua bukan wali ataupun ahli Fiqih, yang bisa mengerti setiap tindakan beliau.”.“mbah kholil bangkalan terkenal wali, haji-haji di madura kan pada kultus, talqin, kalau bukan mbah kholil mereka gamau, makanya yang penting jadi kekasih Allah aman, Malaikat pun wajib sopan makanya itu pentingnya jadi wali terlebih dahulu” 3. Gaya bahasa ironi yang beliau lakukan dalam ceramah nya. “nggak masalah kamu anti-semaan, tetapi lakukan perintah Nabi untuk hatam tiga kali sehari, tidak apa-apa anda memilih-milih bid’ah sesuai versi anda, pemikiran anda, tetapi yang adi,l kalau anda anti-semaan ya khataman Al-Quran setiap tiga hari,karenaNabi bersabda, khataman setiap tiga hari sekali’ itu ga adil nya disitu” 4. Gaya bahsa hiperbola, juga menjadi khas Gus Baha dalam ceramah nya. “kalau pak rektor berdoa biasanya gak begitu manjur karena jadi rektor itu banyak hisabnya berat”, “harta kok menghabiskan harta yang lain” dan “maka saat ini jika ada orang mencintaimu lalu mempermasalahkanmu ya biasa saja, istri itu cinta kamu, sampai ia menuntut kamu agar kaya itu saking cintanya, tidak rela jika kamu miskin jadi sekali-kali ditafsiri yang baik, jadi jika istri nuntut kamu kaya itu berati betul-betul cinta, ga ikhlas kalau saya miskin, ditafsiri gitu kan bisa, misalkan kamu miskin tetapi istri tenang saja berati seakan-akan ia ridha” Metode dakwah KH. Ahmad Baha’uddin... 8 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam 5. Gaya bahasa sinisme juga beliau gunakan. “setiap ada hujan turun kalian selalu mengatakan, pantas hujan tadi sudah mendung, itu Allah tersinggung karena kalian mengaggap hujan turun karena mendung, bukan karena Allah “ 6. Gaya bahasa repitisi beliau juga gunakan. “Di antara kebaikan islam adalah orang harus inget semua nikmat, kalau nikmat itu sudah ada semua, kata imam Ghazali “nikmat hidup jika tidak ada kenikmatan yang anda punyai, kamu datang ke kuburan dan kamu bilang begini, kenikmataan kembali kedunia adalah kenikmatan yang di inginkan mulai yang mati dari zamanNabi adam hingga kiamat.” Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan beberapa gaya bahasa yang paling muncul di antara gaya bahasa yang digunakan oleh Gus Baha. Kemudian peneliti menganalisis gaya suara Gus Baha dalam dakwahnya. Gaya suara ceramah Gus Baha terbilang pelan lemah lembut, dan menggunakan bahasa sesuai tempat beliau berdakwah, misalkan beliau berdakwah di daerah yang kental dengan bahsa jawa nya, maka beliau menggunakan bahasa jawa yang sering orang setempat gunakan, jika beliau ceramah di luar daerah jawa, maka beliau menggunakan bahasa Indonesia, walaupun terkadang suka keceplosan berbicara jawa. Fatoni & Rais menjelaskan dengan penggunaan bahasa dan diksi yang tepat maka dapat meciptakan suasana dan nuansa komunikasi yang lebih hidup dan menarik untuk diperdengarkan, pemilihan diksi yang tepat juga dapat menghindari kesalahpahaman atau kesalahtafsiran dalam komunikasi Dewantara, 2020. Untuk intonasi suara Gus Baha cukup stabil tidak terlalu pelan, dan tidak terlalu kencang, dan tidak pernah ceramah secara menggebu-gebu. Gus Baha tergolong ulama yang santai dalam menyampaikan pesan, Gus Baha lebih sering menggunakan pauseuntuk menjeda beberapa kata. Fungsi dari penggunaan gaya bahasa dapat meningkatkan, mempengaruhi, menciptakan dan memperkuat minat pembaca untuk mengikuti gagasan, pikiran yang dikemukakan oleh pendakwah Nurlaela, et al., 2022. D. SIMPULAN Penelitian ini fokus terhadap metode dakwah Gus Baha dalam channel Santri Gayeng, pada video yang di unggah bulan Januari-Maret 2021 peneliti memilih tiga video yang diteliti, dengan menggunakan metode netnografi dengan observasi data melalui video unggahan Santri Gayeng, sehingga peneliti dapat memliki beberapa kesimpulan diantaranya adalah sebagai berikut 1. Metode dakwah Gus Baha yang memiliki tiga metode dalam berceramah nya diantaranya a. Metode Hikmah, Gus Baha selalu merangkul dan mengajak dengan sederhana dan lemah lembut kepada para pendengar untuk menjadi yang lebih baik lagi dan mengikuti ajaran agama islam yang benar, Gus Baha selalu ingin mengajak para pendengar menjalankan kehidupan yang lebih baik lagi. Ibnu Katsir menerangkan dalam tafsirnya, bahwa hikmah Muhammad Qori Qordofa 1, Muhamad As'ad 2 9 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam mengandung arti tafsir al-Qur’an, kesesuaian antara perkataan ilmu fiqh dan al-Qur’an, mengerti, akal, dan paham betul terhadap ajaran agama Ismatulloh, 2015. b. Metode Al-Mauidzah Al-hasanah, Gus Baha juga sering memberikan ceramah dengan bahasa yang lemah lembut, Gus Baha terkenal dengan guyonan nya dalam memberikan ceramah nya, sehingga para pendengar sedikit terhibur dan mudah menerima isi pesan dari Gus Baha, setiap ceramah Gus Baha selalu memberikan motivasi dalam menjalankan kehidupan dan memberikan contoh kehidupan seseorang yang patut kita contoh. Mau’izhah hasanah dapatlah diartikan sebagai ungkapan yang mengandung unsur bimbingan, pendidikan, pengajaran, kisah-kisah, berita gembira, peringatan, pesan-pesan positif wasiat yang bisa dijadikan pedoman dalam kehidupan agar mendapatkan kedamaian dunia dan akhirat Maullasari, 2019. c. Metode Al-mujadalah al-ahsan, Gus Baha juga memperkuat isi ceramah nya dengan dalil-dalil dan kisah-kisah para nabi dan sahabatnya, dilakukan metode ini untuk menambah keyakinan para pendengar. Metode dakwah ini lebih bersifat komunikatif, artinya ada interaksi feedback aktif antara mad’u dengan materi dakwah yang disampaikan da’I Aliasan, 2011. 2. Gaya retorika yang di gunakan Gus Baha dalam berceramah yang sudah peneliti dapat simpulkan menjadi tiga diantara nya yaitu a Monologika, Gus Baha sering melakukan gaya Monologika dalam berceramh di berbagai kesempatan, beliau juga menyampaikan dengan santai dan guyon untuk menghibur para pendengar, tetapi Gus Baha juga sangat tegas dan detail dalam memberikan isi ceramah nya. b Dialogika, dibeberapa kesempatan Gus Baha melakukan Dialogika terhadap para pendengar, dengan memberikan jawaban terhadap permasalahan yang terjadi. c Pembinaan, gaya retorika ini selalu di gunakan setiap gaya retorika monologika dan dialogika di lakukan dalam menyampaikan pesan. 3. Perkembangan akun youtube Santri Gayeng, semakain bertambah pengikutnya serta banyak yang berkunjung menonton video nya, Santri Gayeng pun tidak hanya aktif di youtube saja namun di instagram dan twitterjuga aktif, sehingga banyak video-video pendek yang di unggah di media sosial lain nya, tujuannya untuk meningkatkan ketertarikan orang lain untuk mengunjungi youtube Santri Gayeng, pada saat ini Santri Gayeng memiliki pengikut sebanyak 360k yang akan terus bertambah. DAFTAR PUSTAKA Aliasan, A. 2011. Metode Dakwah Menurut Al-Quran. Wardah, 23, 143–151. Baidowi, A. 2021. Da ’ wah Management of Islamic Religious Counselors in Metode dakwah KH. Ahmad Baha’uddin... 10 Syiar Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Pegantenan , Pamekasan during and post Covid-19 Era. Muharrik Jurnal Dakwah Dan Sosial, 401, 63–78. Baidowi, A., & Salehoddin, M. 2020. Strategi Dakwah di Era New Normal. Muttaqien, 21, 70–86. Bashori, A. H., & Jalaluddin, M. 2021. Dakwah Islamiyah di Era Milenial. Syiar Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 12, 87–100. DAKWAH Dewantara, M. I. 2020. Pemilihan Bahasa Dakwah Habib DR. Segaf Baharun, Dalam Majelis al Hikam. Wasilatuna Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 31, 340–355. Ismatulloh, A. M. 2015. Metode Dakwah Dalam Al-Qur’an. Jurnal Lentera, 102, 155–169. Mahnun, N. 2012. Media Pembelajaran Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran. An-Nida’ Jurnal Pemikiran Islam, 371, 27–35. Maullasari, S. 2019. Dan Implementasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling Islam Bki . Ilmu Dakwah, 201, 127–153. Nurlela, L. F., Boeriswati, E., & Tajuddin, S. 2022. Gaya Bahasa Komunikasi Dakwah Dalam Ceramah Syekh Sulaiman Bin Salimullah Ar Ruhaily. BAHTERA Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 211, 72–93. Yanuar, D., & Adlani, A. N. 2019. Gaya retorika dakwah ustadz abdul somad pada ceramah peringatan maulid nabi muhammad saw tahun 1440 H di mesjid raya baiturahman banda aceh. Jurnal Al-Bayan Media Kajian Dan Pengembangan Ilmu Dakwah, 252, 354–385. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this AsdarDakwah merupakan suatu penyampaian pesan kepada masyarakat agar mereka tetap pada jalan kebenaran dan hanya kepada Allah Swt yang mereka sembah dan tempat memohon. Berdakwah harus memenuhi tiga syarat yaitu, aqidahnya benar, manhajnya benar, memahami Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan beramal dengan adanya wabah COVID-19 sebagai pandemi yang telah tersebar ke berbagai negara dan sudah sampai ke negaran Indonesia. Maka diperlukan suatu langkah lain dalam kegiatan keagamaan untuk pencegahan dan memutus rantai covid 19 agar tidak tersebar dan tidak meluas di masjid. Terutama yang ditetapkan sebagai zona merah yaitu wilayah yang sudah terkena, tertular bahkan sampai menelan korban jiwa. Maka tinggal di rumah dan tetap menjaga jarak merupakan pilihan umat Islam saat keadaan sekitar dirasa dapat merugikan diri sendiri dan orang dengan berjalannya waktu pada saat ini Pemerintah mewacanakan memberlakukan kebijakan new normal atau memulai aktivitas masyarakat pada minggu pertama Juni mendatang. Banyak prediksi yang muncul akibat dampak yang ditimbulkan dari pemberlakuan kebijakan new normal pada saat berakhirnya masa puncak kasus virus corona di Indonesia belum ada. Beberapan pakar menyebutkan syarat mutlak yang harus dipenuhi ketika pemerintah ingin menggerakkan lagi aktivitas ekonomi masyarakat secara normal adalah berakhirnya masa puncak kasus virus corona di during and post Covid-19 EraPegantenanPegantenan, Pamekasan during and post Covid-19 Era. Muharrik Jurnal Dakwah Dan Sosial, 401, 63-78. H BashoriM JalaluddinBashori, A. H., & Jalaluddin, M. 2021. Dakwah Islamiyah di Era Milenial. Syiar Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 12, Bahasa Dakwah Habib DRM I DewantaraDewantara, M. I. 2020. Pemilihan Bahasa Dakwah Habib DR. Segaf Baharun, Dalam Majelis al Hikam. Wasilatuna Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 31, 340-355. Dakwah Dalam Al-Qur'anA M IsmatullohIsmatulloh, A. M. 2015. Metode Dakwah Dalam Al-Qur'an. Jurnal Lentera, 102, Pembelajaran Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran. An-Nida' Jurnal Pemikiran IslamN MahnunMahnun, N. 2012. Media Pembelajaran Kajian terhadap Langkah-langkah Pemilihan Media dan Implementasinya dalam Pembelajaran. An-Nida' Jurnal Pemikiran Islam, 371, Bahasa Komunikasi Dakwah Dalam Ceramah Syekh Sulaiman Bin Salimullah Ar Ruhaily. BAHTERA Jurnal Pendidikan Bahasa Dan SastraS MaullasariL F NurlelaE BoeriswatiS TajuddinMaullasari, S. 2019. Dan Implementasinya Dalam Bimbingan Dan Konseling Islam Bki . Ilmu Dakwah, 201, 127-153. Nurlela, L. F., Boeriswati, E., & Tajuddin, S. 2022. Gaya Bahasa Komunikasi Dakwah Dalam Ceramah Syekh Sulaiman Bin Salimullah Ar Ruhaily. BAHTERA Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra, 211, retorika dakwah ustadz abdul somad pada ceramah peringatan maulid nabi muhammad saw tahun 1440 H di mesjid raya baiturahman banda acehD YanuarA N AdlaniYanuar, D., & Adlani, A. N. 2019. Gaya retorika dakwah ustadz abdul somad pada ceramah peringatan maulid nabi muhammad saw tahun 1440 H di mesjid raya baiturahman banda aceh. Jurnal Al-Bayan Media Kajian Dan Pengembangan Ilmu Dakwah, 252, 354-385. Bangkalan - Organisasi massa Islam, Nahdlatul Ulama NU berdiri pada 1926 atau nyaris seabad lalu. Dalam Penanggalan Hijriyah, Rajab 1444 Hijriyah ini adalah tahun yang seabad. Kini nahdliyin tengah gegap gempita menunggu momen puncak resepsi Harlah 1 Abad NU, di Sidoarjo, Jawa Timur. Organisasi ini didirikan oleh Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari, dan sejumlah kiai. Sebelum pendirian, ada fragmen-fragmen penting sebelum NU benar-benar dideklarasikan di di Kota Surabaya, pada 1926. Salah satunya, peran Syaikhona Kholil Bangkalan. KH Hasyim Asy'ari sendiri adalah santri Mbah Kholil Bangkalan, nama lain yang juga populer, pendiri Pondok Pesantren Kademangan, Bangkalan, Madura. Sebelum pendirian NU, Mbah Kholil memberikan tongkat dan tasbih untuk KH Hasyim Asyari. Ini adalah bentuk restu sekaligus dukungan guru kepada muridnya yang akan mendirikan jam'iyah. Kisah Tongkat Syaikhona Kholil Bangkalan untuk KH Hasyim Asy'ari Sebelum Pendirian NU Menikah dengan Imam Besar di New Zealand, Ini Kisah Hijrah Peggy Melati Sukma Daftar Ketua Umum PBNU Selama 1 Abad NU, Siapa Terlama? Peristiwa itu terjadi setelah dua tahun lamanya, pendiri Pesantren Tebuireng di Jombang itu, mencari "isyarat langit" yang tak kunjung datang lewat salat istikharah. Penyerahan tongkat dan tasbih yang diperkirakan terjadi pada 1924 dan dianggap sebagai isyarat langit yang selama ini dicari. As'ad, seorang santri, diutus Kiai Kholil mengantarkan tongkat dan tasbih itu dari Bangkalan ke Tebuireng. Kelak murid ini dikenal sebagai KH As'ad Syamsul Arifin, pendiri pesantren paling berpengaruh di Situbondo, Salafiyah Syafi'iyah. Hikayat tentang tongkat dan tasbih itu dituturkan Kiai As'ad dalam sebuah ceramah yang direkam dalam pita kaset. Isinya kemudian ditranskip dan dimuat dalam buku berjudul 'Syaikhona Kholil Bangkalan Penentu Berdirinya Nahdlatul Ulama'. Buku yang terbit pada 2012 ini ditulis mantan Bupati Bangkalan RKH, Fuad Amin Imron, yang wafat pada 16 September 2019. Terlepas dari semua kontroversi dan skandal dalam 71 hidupnya, buku ini terasa istimewa karena penulis adalah cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, ulama yang disegani itu. Selama nyantri ke Syaikhona Kholil Bangkalan, As'ad muda hanya ditugasi mencari kayu bakar. Namun, pada 1924 itu, ia dipercaya mengemban amanah besar, mengantarkan tongkat dan tasbih itu, dari Bangkalan menuju Tebuireng. Maka Kiai As'ad adalah saksi sekaligus pelaku sejarah berdirinya NU, sebuah organisaai keagamaan dengan jumlah pengikut terbanyak di Indonesia. Kiai As'ad memulai kisahnya enam tahun sebelum NU diresmikan di di rumah KH Wahab Hasbullah, Kota Surabaya, pada 31 Januari 1926. Saksikan Video Pilihan IniYayasan El Bayan Sayangkan Perusakan Masjid dalam Penyerangan SMK Komputama Jeruklegi67 Ulama Berkumpul di BangkalanSyaikhona Kholil Bangkalan, gurunya para kiai di Indonesia, terutama Jawa. Foto Istimewa via 1920, kata Kiai As'ad, sebanyak 67 ulama Nusantara berkumpul di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Selama sebulan, mereka bermukim di rumah Kiai Muntaha Desa Jengkebuen, guna membahas kemunculan aliran baru yang gencar menyiarkan pemurnian ajaran Islam dengan hanya berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadis. Para ulama itu resah oleh aliran baru yang kemudian hari dinamai Wahabi karena mengharamkan tahlil dan ziarah kubur, sebuah ajaran yang sudah lama dipraktekkan oleh pengikut Ahlus Sunnah wal Jamaah yang dibawa Wali Songo ke tanah Jawa. Pertemuan gawat di tahun 1920 itu tak menemukan solusi bagaimana meredam Wahabi yang gerakannya kian gencar dan massif. Mereka butuh fatwa KH Muhammad Kholil, seorang ulama di Bangkalan yang masyhur karena kealiman dan kewaliannya juga mertua Kiai Muntaha. Belum sempat Kiai Muntaha menemui sang mertua. Kiai Kholil mengutus Nasib, seorang muridnya ke Jengkebuen. Nasib diminta membaca surat As-Shaaf ayat 8 dan 9 kepada para ulama di rumah menantunya itu. Para Ulama itu puas dan lalu pulang, karena ayat itu rupanya adalah fatwa yang mereka tunggu atas munculnya gerakan yang dicetuskan ulama Arab Saudi, Ibnu Abdul Wahhab yang pengaruhnya begitu kuat setelah Kota Mekkah ditaklukkan seorang Kepala Suku bernama Al-Saud yang kemudian mendirikan kerajaan dan masih berkuasa sampai kini. "Itulah karomah Kiai Kholil. Sudah tahu jawaban atas sebuah pertanyaan yang belum disampaikan," kata Kiai As'ad. Antara tahun 1921 hingga 1922, sesudah pertemuan ulama di Bangkalan dua tahun sebelumnya, sebanyak 46 ulama Pulau Jawa dan Madura bertemu di Kawatan Surabaya, rumah Kiai Mas Alwi. Kali itu pokok bahasan lebih kongkret yaitu pembentukan sebuah organisasi untuk menangkal kemunculan kelompok Islam yang tidak senang pada ajaran ahlussunnah. Di antaranya kiai yang hadir antara KH Hasyim Asyari, KH Hasan Genggong, KH Samsul Arifin, KH Dahlan Nganjuk, dan KH Asnawi Kudus dan Kiai Taher Bungkuk juga kiai-kiai Jombang. Namun, pertemuan itu tak kunjung seiya-sekata. Sebagian sepakat membentuk organisasi baru, Sebagian lagi mengusulkan agar memperkuat organisasi yang sudah ada seperti Sarekat Islam atau Masyumi. Karena tak juga menemukan jalan keluar, kata As'ad, seorang kiai akhirnya menghadap Kiai Kholil Bangkalan. Dia kemudian bercerita pernah membaca tulisan Sunan Ampel sewaktu nyantri di Kota Madinah. Isinya menceritakan Sunan Ampel pernah bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW. "Dalam mimpi itu Nabi Muhammad berpesan agar ajaran ahlus sunnah dibawa ke Indonesia karena orang-orang Arab sendiri tidak mampu melaksanakannya," ujar As' Tongkat dan Tasbih, Serta Berdirinya NUGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ziarah ke Makam Mbah Kholil Bangkalan Madura. Foto istimewaDi Cirebon, pada 1921 itu, kongres Islam pertama digelar. HOS Cokroaminoto, tokoh Sarekat Islam, memimpin kongres. Namun tujuan kongres untuk menyatukan visi dan misi umat Islam dan mengurangi ketegangan antar kelompok tak tercapai. Al-Irsyad yang diwakili Ahmat Soorkatti dan ulama tradisional yang diwakili KH Wahab Hasbullah dan KH Asnawi Kudus berbeda pandangan soal mazhab. Di tengah berbagai upaya menyatukam visi umat Islam itu dan tarik ulur kiai-kiai tradisional membentuk organisasi baru. Pada sebuah pagi di awal 1924, Kiai Kholil tiba-tiba memanggil As'ad. Dia diminta sang guru mengantarkan sebuah tongkat pada KH Hasyim Asyari di Tebuireng. Pada akhir tahun itu, As'ad dipanggil lagi, kali ini mengantarkan tasbih. Menurut Kiai As'ad, ketika menerima dua benda itu, Kiai Hasyim memberi reaksi yang berbeda. Saat menerima tongkat disertai potongan ayat surat Thaha ayat 17-23, Kiai Hasyim langsung berujar bahwa dengan tongkat itu hatinya makin mantap untuk mendirikan organisasi bernama Jam'iyatul Ulama dan tongkat itu disebut sebagai tongkatnya Nabi Musa. Sementara menerima tasbih yang disertai bacaan Ya Jabbar, Ya Qohhar, dua dari 99 Asmaul Husna, Kiai Hasyim Asyari berujar bahwa yang melawan ulama akan hancur. "Saat disuruh Kiai Kholil dua kali ketemu Kiai Hasyim, saya dikasih ongkos dan tidak saya belanjakan, sampai sekarang masih ada," ujar As'ad. Setahun kemudian, Kiai Kholil Bangkalan meninggal dunia tahun 1925, pada hari ke 29 bulan Ramadan. Setahun berselang, tepatnya pada 31 Januari 1926, NU resmi didirikan di rumah KH Wahab Hasbullah di Kampung Kertopaten, Surabaya. Tanggal ini adalah tanggal dibentuknya 'komite hijaz'. Sebuah komite yang akan dikirim ke Mesir untuk mengikuti Muktamar Islam Dunia pertama, untuk memperjuangkan agar penguasa Arab Saudi tetap memperbolehkan ajaran Ahlussunah wal Jamaah diajarkan di Mekkah. Atas usul Kiai Mas Alawi, nama Komite Hijaz diganti menjadi Nahdlatul Oelama', nama yang kemudian disepakati resmi menjadi nama organisasi untuk didaftarkan pada Gubernur Hindia Belanda. Salah satu penyusun anggaran dasar NU adalah KH Dahlan Nganjuk. Dan Lambang NU dibuat oleh KH Ridwan Abdullah Surabaya. "Sudah jelas, ini kesaksian saya, karena saya tahu awal pembentukan NU yang saya cintai," ujar Kiai As'ad dalam ceramah itu. Tim Rembulan* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Banyak ditemukan dalam berbagai literatur ulama kata “Ya Fulan”, atau Ya Fulanah”, “Fulan bin Fulan” atau “Fulanah binti Fulanah” dan lain sebagainya. Kata-kata ini biasa digunakan untuk menyebutkan seseorang yang tidak diketahui identitasnya atau kurang elok menyebut namanya. Kata “Fulan” atau “Fulanah” dalam KBBI Kamus Besar Bahasa Indonesia diserap menjadi polan, memiliki arti yang kurang lebih sama dengan kata anu. Dalam bahasa Inggris dengan sebutan so-and-so untuk makna ini atau tergolong daftar kata placeholder name kata yang dapat merujuk pada benda, orang, tempat, waktu, angka, dan konsep lain yang namanya dilupakan sementara, tidak relevan, atau tidak diketahui dalam konteks pembahasannya Sedangkan dalam bahasa Arab sebagaimana yang disebutkan dalam al-Mu’jam al-Wasith, kata “Fulan” digunakan sebagai kata Kinayah metaforik dari alam nama untuk menyebutkan orang laki-laki yang berakal, sedangkan kata “Fulanah” digunakan untuk alam nama untuk menyebut orang perempuan yang berakal. Kedua lafadz tersebut tergolong lafadz Ghairi al-Musharif tidak menerima tantwin dan kadang dalam penyebutannya kata “Fulan” atau “Fulanah” banyak ditulis dengan bentuk kata فُلُ Fulu untuk menyebut orang laki-laki dan فلاة atau وفُلَة untuk menyebut orang perempuan dalam konteks Nida’ memanggil. Juga kadang didepan “Fulan” atau “Fulanah” ditambahkan أل Al menjadi kata الفلان dan الفلانة yang digunakan sebagai kata Kinayah metafora dari nama selain anak Adam manusia seperti contoh ركبت الفلان saya menunggang hewan anu dan حلبت الفلانة saya memerah susu hewan anu yang digunakan sebagai Kinayah metafora dari kata Kuda, Unta dll. Dalam al-Qur’an kata “Fulan” hanya disebutkan satu kali yaitu dalam Surat Al-Furqan 28, yang berbunyi يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا Artinya “Wahai, celaka aku! Sekiranya dulu aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku.” Syaikh ishomuddin Ismail bin Muhammad al-Hanafiy w. 1195 H dalam Hasyiyah al-Qunawiy ala Tafsiri al-Imam al-Baidhawiy yang ditulis oleh Syaikh Nashiruddin Abdullah bin Umar bin Muhammad as-Sairaziy w. 685 H menjelaskan Kinayah metafora mengunakan kata “Fulan” dalam Ayat tersebut, beliau berkata Kinayah metafora dalam Ayat ini adalah Kinayah metafora secara linguistik bahasa dan istilah ahli Nahwu bukan Istilah ilmu Ilmu Bayan salah satu fan ilmu Balaghah, yaitu Kinayah metafora dari setiap Alam nama dengan cara mengganti kata tanpa tertentu pada satu Alam nama. Para ahli Nahwu berkata Orang Arab biasa membuat Kinayah metafora dengan kata “Fulan” untuk Alam nama orang laki-laki yang berakal seperti Zaid dan dengan kata “Fulanah” untuk bagi Alam nama orang perempuan yang berakal seperti Fatimah. Ibnu Hajib menyaratkan dalam menggunakan Kinayah metafora dengan kata “Fulan” dalam konteks menceritakan sebuah perkataan sebagaimana dalam Ayat ini dan yang dimaksud kata “Fulan” dalam Ayat tersebut adalah Setan atau orang yang menyesatkan dari kalangan manusia dan jin di dunia atau Ubaiy bin Khalaf sebagaimana yang jelaskan Syaikh Syihabuddin Mahmud al-Lusiy w. 1270 H dalam Tafsir Ruhu al-Ma’ani-nya. Sedangkan dalam kitab al-Ishabah fi Tamyizi ash-Shahabah karya Syaikh Ibnu Hajar al-Asqolaniy w. 852 H mengatakan “Orang yang pertama kali menggunakan kata “Fulan ila Fulan” dalam sebuah tulisan adalah Qais bin Sa’ad bin Jadamah al-Ayadiy seorang orator ulung di zaman Jahiliyah yang meninggal dunia pada usia 380 tahun sebelum Nabi Muhammad SAW terutus. Waallahu A’lamu Penulis Abdul Adzim Referensi ✍️ Jumhuriyati Mishri al-Arabiyah Al-Mu’jam al-Wastih Maktabah asy-Suruq hal 702. ✍️ Syaikh ishomuddin Ismail bin Muhammad al-Hanafiy Hasyiyah al-Qunawiy ala Tafsiri al-Imam al-Baidhawiy Daru al-Kutub al-Ilmiyah juz 14 hal 80. ✍️ Syaikh Syihabuddin Mahmud al-Lusiy Tafsir Ruhu al-Ma’niy Al-Maktabah asy-Syamilah al-Haditsiyah hal juz 10 hal 13. ✍️ Syaikh Ibnu Hajar al-Asqolaniy Al-Ishabah fi Tamyizi ash-Shahabah Daru al-Kutub al-Ilmiyah jilid 3 juz 5-6 hal 285. Filtrar por Gênero menina menino menino/menina Letra Inicial A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z Quantidade de letras Grande Médio Pequeno Origem do Nome Por temas Popularidade Filtrar Limpar filtros Meus favoritos Nome de menino, origem árabe Significado Melhor amigo.

kata kata kh kholil as ad